bangka island

bangka island
parai

Rabu, 02 April 2014

PROYEK AUTO FAN WITH LM 335

Artikel 2

PROYEK PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR
AUTO FAN WITH LM 335

DISUSUN OLEH :
NAMA     : SAMIL
NPM        : 26111567
KELAS    : 3KB01

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang pemilihan judul Auto Fan dikarenakan sesuai dengan teori praktikum yang telah kami pelajari selama ini yaitu tentang Operational Amplifier. Oerational Amplifier atau op-amp merupakan solid state atau integrasi sirkuit yang mampu mengindra dan memperkuat sinyal masukan dan pengeluaran AC maupun DC. Hingga kini, op-amp yang dirakit dari komponen-komponen diskrit dan dikemas dalam rangkaian tersegel masih dirasakan cukup mahal. Namun kini dengan teknologi rangkaian terpadu (IC) yang telah ditingkatkan, op-amp dalam bentuk kemasan IC menjadi jauh lebih murah dan amat luas pemakaiannya. Auto fan dibuat  karena meningkatnya suhu atau tekanan udara di dalam bumi yang kita tempati ini. Dan karena suhu atau tekanan udara berbeda - beda antara satu ruangan yang satu dengan yang lain mungkin dengan alat ini kita dapat menanggulanginya. Karena alat yang kami buat ini bekerja berdasarkan sensitifan dari sebuah sensor ( dalam percobaan kami menggunakan sensor jenis LM 335 ) dimana sensor ini akan -memutarkan sebuah kipas secara otomatis pada suatu suhu tertentu. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan maka terciptalah kipas. Kipas angin tersebut adalah kipas yang sering kita pergunakan hingga kini. Dimana cara bekerjanya yaitu dengan cara mengalirkan arus listrik dimana arus listrik ini akan memutarkan dynamo motor yang berada di dalam kipas tersebut dimana dynamo tersebut berhubungan dengan baling - baling sehingga baling - baling dapat memutar. Tetapi ternyata ilmu pengetahuan tidak hanya sampai pada kipas angin itu saja. Dan tidak sampai disitu saja maka terciptalah alat yang lebih canggih yang disebut sebagai AC. AC ini adalah alat pendingin ruangan fungsinya hampir sama dengan kipas anginnya, hanya dalam alat ini tidak mengalirkan atau memberikan angin yang dapat bertiup kencang tetapi AC ini bekerja dengan cara menyedot udara sekitar yang bersuhu tinggi dan mengubahnya dengan udara yang bersuhu rendah. Dan alat ini menggunakan sensor dalam pengerjaannya.
Dan dari pemikiran tersebut tercipta sebuah gagasan untuk membuat alat yang bermama Auto Fan With LM 335. Karena alat ini akan memutarkan baling - baling dimana baling - baling tersebut akan berputar apabila sensor LM 335 bersuhu tinggi, mungkin dapat dikatakan cara kerja alat yang dibuat ini hampir sama dengan cara kerja AC. Hanya saja alat penunjangnya atau komponen penunjangnya dengan menggunakan baling - baling atau kipas dimana kipas ini akan mengalirkan atau memberikan angin dan bukan merubah suhu udara sekitar.

1.2.       BATASAN MASALAH
Alat yang kami buat dengan Hama Auto Fan With LM 335 ini memang mempunyai kelebihan dan kekurangannya yaitu :

Kelebihan
Kelebihan dari Auto Fan ini adalah Alat ini dapat kita gunakan pada sebuah pendingin alat elektronik, sehingga dapat membantu alat elektronik tersebut agar tidak cepat atau gampang rusak. Karena alat ini bekerja berdasarkan sensor panas pada suhu tertentu maka alat ini dapat membantu dalam mendinginkan alat tersebut apabila terjadi pemanasan suhu yang disebabkan pemakaian yang berlebihan sehingga membuat alat elektronik tersebut menjadi lebih dingin. Dengan alat ini mudah - mudahan dapat membuat alat tersebut dapat bertahan jauh lebih lama.

Kekurangan
Kekurangan dari Auto Fan ini adalah alat ini tidak dapat kita pergunakan untuk atau sebagai pendingin suhu ruangan, dikarenakan komponen - komponen yang nilainya terbatas dan kecilnya kipas tersebut. Karena alat ini memang kami buat bukan untuk sebagai pendingin ruangan.

1.3.       TUJUAN PENULISAN
 Makalah yang berjudul Auto Fan with LM 335 ini disusun berdasarkan petunjuk atau referensi dari Auto Fan yang telah kami buat. Kami membuat makalah ini dengan tujuan  dapat mempermudah dalam pengopersasian alat kami tersebut. Selain itu kami juga menerangkan manfaat dari Auto Fan with LM 335 yang kami buat. Di dalam makalah ini kami juga akan menerangkan dari mulai cara pembuatan layout dari awal hingga dapat dipergunakan. Di dalam makalah ini kami juga menerangkan komponen-komponen yang kami gunakan dalam pembuatan  Auto Fan. Selain itu kami juga menerangkan latar belakang makalah ini. Dan kami juga menerangkan cara kerja Auto Fan.

1.4.        METODE PENULISAN
Pertama - tama kami mengamati dan memahami bagaimana cara kerja dan cara pembuatan Auto Fan with LM 335. setelah itu baru kita mulai membuat rancangan layout hingga penyusunan rangkaian. Seterusnya kami mengamati bagaimana hasil output dari alat kami dan apakah terdapat kekurangannya atau tidak. Kedua kami mancari data - data dalam menyusun makalah ini dari berbagai sumber. Mulai dari buku serta media informasi lainnya seperti internet untuk mendapatkan materi yang dapat berhubungan dengan proyek rangkaian yang kami buat yaitu Auto Fan with LM 335. Tidak hanya itu kami juga meminta pendapat serta ide-ide dari orang-orang yang mengerti dan paham tentang Auto Fan with LM 335.

1.5.       SISTEMATIKA PENULISAN
Bab I. Pendahuluan
Pada bab pendahuluan akan diterangkan mulai dari latar belakang pembuatan Auto Fan with LM 335, batasan - batasan masalahnya, tujuan di buatnya makalaj ini, metode penulisan hingga sistematis perumusan makalah tersebut.

Bab II. Landasan Teori
Landasan teori ini berisi mengenai dasar-dasar teori yang berhubungan dengan analisa dan pembuatan rangkain proyek.

Bab III. Analisa Rangkaian
Pada bab ini menerangkan tentang analisa rangkaian.
Bab IV. Cara Pengoprasian Alat
Bab ini menerangkan tentang tata cara penggunaan atau pengoperasian alat.

Bab V. Penutup
Pada bab ini makalah berisi kesimpulan dari seluruh penjelasan dan saran-saran pembuatan alat.

CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF

Berikut ini contoh paragraf deduktif :

Pola : Umum - khusus

Brokoli termasuk sayuran dengan kandungan antioksidan tinggi sehingga cara memasaknya harus benar. usahakan agar teksturnya matang, tetapi jangan sampai mengurangi atau menghabiskan kandungan gizinya. sayuran ini lebih tepat dimasak jenis rebus setengah matang sebelum dikonsumsi. segera tiriskan dan siram dengan air dingin agar tetap berwarna canrik dan bentuknya tidak hancur. cara memotong brokoli juga harus benar yaitu mengikuti tangkainya. selain memengaruhi kesegaran, tangkai brokoli juga berfungsi sebagi hiasan untuk menambah selera makan.

Sumber:
Sutarni, Sri. 2008. Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas IX. Bogor: Quadra

Selasa, 01 April 2014

INDUKTIF DAN DEDUKTIF

INDUKTIF

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general).
Contoh Kalimat Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdens, shafel muter, salsa (dan Kripton), free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

DEDUKTIF

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).
Contoh Kalimat Deduktif:
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Sumber :
http://www.menginspirasi.com/2013/09/mengenal-pendekatan-deduktif-dan.html

Kamis, 13 Maret 2014

PUISI MASA DEPAN

Artikel 1


Guru Impianku

Ku terbangun di indahnya pagi hari ini
Siap untuk menggapai semua angan-anganku
Bersama sang mentari yang cerahkan pagiku ini
Untuk mengejar semua impianku

Perasaan di hatiku terus bergejolak
Memanduku untuk bergerak
Untuk meraih impianku kelak
Agar aku dapat berguna untuk orang banyak

Ku ingin memberi ilmu 
Karena ku ingin menjadi guru
Mengajarkan hal  baru
Yang pernah ku dapat juga di kehidupanku

Kubuang semua masa lalu yang kelam
Kini kubuka lembaran baru hidupku
Bersama tentangku dan tentang mimpiku
Agar tercapai kelak semua mimpi-mimpiku

Menurutku itu pekerjaan mulia
Perasaanku sangat senang
Setinggi langit ku kejar
Agar dapat meraih cita-cita

INDUKTIF


Induktif 
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. 
Contoh : 
Jika dipanaskan, besi memuai. 
Jika dipanaskan, tembaga memuai. 
Jika dipanaskan, emas memuai. 
Jika dipanaskan, platina memuai. 
Kesimpulan : Jika dipanaskan, logam memuai. 
Metode Induktif memiliki jenis-jenis, yaitu : 
- Generalisasi 
- Hipotese dan teori 
- Analogi 
- Hubungan Kausal 
- Induksi dalam metode Eksposisi 

Generalisasi 
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Contoh: 
• Tamara Blezynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. 
• Nia Ramdani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. 
Generalisasi : Semua bintang sinetron berparas cantik 
Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya. 
Contoh Kesalahannya : 
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik 

Macam-macam generalisasi 
Generalisasi sempurna 
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki. 
Contoh : sensus penduduk 
Generalisasi tidak sempurna 
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. 
Contoh : Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon. 
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna 
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah: 
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili. 
2. Sampel harus bervariasi. 
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum. 

Hipotese dan Teori 
Hipotese (hypo : di bawah, tithenai : menempatkan) adalah semacam teori yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta tertentu sebagai penunun untuk meneliti fakta lebih lanjut. 
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. 

Hubungan hipotese dan teori 
Hipotesis ini merupakan suatu jenis proposisi yang dirumuskan sebagai jawaban tentatif atas suatu masalah dan kemudian diuji secara empiris. Sebagai suatu jenis proposisi, umumnya hipotesis menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang di dalamnya pernyataan-pernyataan hubungan tersebut telah diformulasikan dalam kerangka teoritis. Hipotesis ini, diturunkan, atau bersumber dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Pernyataan hubungan antara variabel, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis, merupakan hanya merupakan dugaan sementara atas suatu masalah yang didasarkan pada hubungan yang telah dijelaskan dalam kerangka teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Sebab, teori yang tepat akan menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban sementara atas masalah yang diteliti atau dipelajari dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif peneliti menguji suatu teori. Untuk meguji teori tersebut, peneliti menguji hipotesis yang diturunkan dari teori. 

Analogi 
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati. 

Hubungan Kausal 
Hubungan Kausal merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun. 
Hubungan kausal dibangun oleh hubungan antara suatu kejadian (sebab) dan kejadian kedua (akibat atau dampak), yang mana kejadian kedua dipahami sebagai konsekuensi dari yang pertama. 
Hubungan kausal merupakan asumsi dasar dari ilmu sains. Dalam metode ilmiah, ilmuwan merancang eksperimen untuk menentukan sebab-akibat dari kehidupan nyata. Tertanam dalam metode ilmiah adalah hipotesis tentang hubungan kausal. Tujuan dari metode ilmiah adalah untuk menguji hipotesis tersebut. 
Contoh : 

  • Sebab ke akibat : penekanan tombol lampu, hujan : tanah becek dan berlumpur, pakaian yang dicuci tidak lekas kering 
  • Akibat ke sebab : seorang pasien pergi ke dokter karena sakit yang dideritanya 
  • Akibat ke akibat : proses penalaran yang bertolak dari suatu akiat menuju akibat yang lain, tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat tadi. 

Induksi dalam Metode Eksposisi Eksposisi 
adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. 
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi: 

  • Menentukan topik/tema 
  • Menetapkan tujuan 
  • Mengumpulkan data dari berbagai sumber 
  • Menyusun kerangka karangan sesuai topik yang dipilih 
  • Mengembangkan kerangka menjadi eksposisi 
Sumber :
http://rakhmatmalik.blogspot.com/2012/03/penalaran.html

DEDUKTIF



Penalaran Deduktif
 
Silogisme
Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.

Silogisme Kategorial
Argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga (dan hanya tiga) proposisi kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.
Tiap term hanya boleh muncul dalam dua pernyataan, misalnya :
(1) Semua buruh adalah manusia pekerja
(2) Semua tukang batu adalah buruh
(3) Jadi, semua tukang batu adalah manusia pekerja.

Silogisme Hipotetis
Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese.
Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotetis.
Rumus proposisi mayor dari silogisme:
Jika P, maka Q
Contoh:
Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor: Hujan tidak turun
Konklusi: Sebab itu panen akan gagal.
Atau
Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor: Hujan turun
Konklusi: Sebab itu panen tidak gagal.
Pada contoh premis mayor mengandung dua pernyataan kategorial, yaitu hujan tidak turun dan panen akan gagal. Bagian pertama disebut antiseden, sedangkan bagian kedua disebut akibat.
Terdapat asumsi: kebenaran antiseden akan mempengaruhi kebenaran akibat.
Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif atau silogisme disjungtif :
– Proporsi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan atau pilihan.
– Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
– Konklusi tergantung dari premis minornya.

Contoh:
Premis Mayor: Ayah ada di kantor atau di rumah
Premis Minor: Ayah ada di kantor
Konklusi: Sebab it, ayah tidak ada di rumah.
Atau
Premis Mayor: Ayah ada di kantor atau di rumah
Premis Minor: Ayah ada di kantor
Konklusi: Sebab it, ayah tidak ada di rumah.

Entinem
Adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Entinem berasal dari kata Enthymeme, enthymema (Yunani) yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’. Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.

Contoh penalaran deduktif 1 :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Contoh penalaran deduktif 2 :
- semua hewan punya mata
- anjing termasuk hewan
- anjing punya mata

Sumber :
http://girlycious09.wordpress.com/2011/02/22/penalaran-deduktif-silogisme/